Rabu, 13 Februari 2019

Bukan Aku


Ada hati yang harus kamu jaga, bukan hatiku. Ada senyum yang ingin kamu lihat, bukan senyumku. Ada tawa yang ingin kamu dengar, bukan tawaku. Ada peluk yang kamu nantikan, bukan pelukku.

Lalu aku ini siapa bagimu? Jika kau ingin pergi, pergilah. Aku akan tinggal bersama gelap. Jangan khawatirkan aku lagi, aku akan baik-baik saja.

:')

Minggu, 08 April 2018

Kehilangan Cinta Sejati

Dalam hidupku yang selalu jadi sorotan utama adalah masa depan, dan ku kira semua anak muda juga akan seperti itu. Menyorot masa depan dengan tajam dan yakin akan tujuan masing masing.

Tapi ada 1 hal yang aku lupakan bahkan sangat aku lalaikan: sosok terpenting yg memiliki andil terbesar dari cita-cita yg ingin ku raih.

Dia begitu energik ketika menyemangatiku.
Dia begitu setia ketika mendampingiku.
Dia begitu sabar ketika menghadapiku.
Dia begitu kasih ketika menyayangiku.
Dia begitu indah ketika menciumku.
Dia tidak pernah mengajariku, tidak...
Melainkan dia membimbingku...
Dia membimbingku menjadi wanita yg tangguh, pekerja keras, tidak mudah menyerah, dan yang sangat kuingat adalah dia membimbingku agar lebih dewasa & berpikir kritis.

Dia adalah segalanya bagiku.
Dia bisa menjadi teman.
Dia bisa menjadi guru.
Dia bisa menjadi rival.
Dia bisa menjadi orang tua.
Dia bisa menjadi sahabat.

Begitu bodohnya aku menyianyiakan dia, mengabaikan dia, menghiraukan dia, bahkan mengacuhkan dia. Tak pernah sedikitpun ku memberikan perhatianku padanya.
Hingga akhirnya dia pergi jauh dan tidak akan pernah kembali.

Dia adalah seorang wanita yang luar biasa, mengandungku 9 bulan, menyusuiku ditengah malam, merawatku ketika jatuh sakit. Menuntunku ketika ku terjatuh.

Bagiku arti cinta adalah memberikan kasih & sayang tanpa meminta balasan.

Bismillahirrahmanirrahim Allahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shaghiraa 

Minggu, 11 Februari 2018

Perasa


Perasa adalah sosok yang sangat percaya diri. Percaya bahwa dia memiliki rasa yang sama. Sosok yang membuang waktu hanya untuk mencari kabarnya, yang terus mengkhawatirkan nya, yang terus ingin mendengar suaranya, yang terus ingin melihat senyum dan tawanya.

Cinta yang tumbuh begitu cepat hingga membuatku kebingungan. Bingung karna apa aku mencintai nya.
Bagaimana bisa dengan waktu yang begitu singkat aku mencintai nya selaksa kilat melintasi langit. Aku masih tetap di tempat yang sama, disampingnya. Dengan cinta yang semakin tumbuh, dengan beberapa sifat & sikap nya yang mengabaikan ku.
Dia begitu acuh dengan ku, seakan aku tak pernah ada, seakan aku tak terlihat. Namun aku tetap mencintainya seburuk apapun keadaan saat ini.

Bahkan aku tidak perduli apakah dia mencintaiku atau tidak. Hingga detik ini pun aku masih tidak memiliki nyali untuk menanyakan perasaan dia yang sesungguhnya dan membuatku gelisah setiap detik. Karna yang ku lihat memang dia tidak memiliki rasa yang aku rasakan. Satu hal yang membuatku sedih, dia tidak mengupayakan ku dengan semestinya.

Hatiku sempat mengatakan 'Sudahlah dia tidak menginginkan mu, dia hanya butuh teman ketika dia rindu seseorang, dia hanya butuh teman ketika dia sedang drop. Kamu hanya pelarian saja! jadi, hentikan saja rasa cinta mu itu!'
Namun dia mulai menguasai pikiran ku, pikiran yang lebih sering ku gunakan dari pada hati. Aku kira dia hanya sebatas penghuni hati yang tak lama singgah lalu pergi entah kemana, dia berhasil mengarungi seisi hatiku hingga mampu memanjatnya dan masuk ke dalam pikiran. Dia lebih dari yang ku kira.

Seringkali aku enggan menanyakan kabarnya, karena dia tidak begitu perduli dengan ku, karna terkadang sisi ego ku lebih besar.
Seringkali aku enggan memulai percakapan karna dia begitu suka menghilang tanpa sebab, karna terkadang aku pun menginginkannya mencariku juga.

Hati ku mulai ragu akan hubungan ini, karna apa yang dia ucapkan dengan apa yang dia lakukan sangat berbeda. Memang sedikit keraguan yang ku miliki, namun keraguan itu mengalahkan seribu keyakinan ku atas cinta yang pernah dia ungkapkan walaupun aku tahu itu tidak benar benar dia rasakan. Dia tidak benar-benar mengungkapkan perasaannya. itu hanya paksaan logika dia! iya, aku merasakan paksaan itu!

Bukan Aku

Ada hati yang harus kamu jaga, bukan hatiku. Ada senyum yang ingin kamu lihat, bukan senyumku. Ada tawa yang ingin kamu dengar, bukan taw...