Dalam hidupku yang selalu jadi sorotan utama adalah masa depan, dan ku kira semua anak muda juga akan seperti itu. Menyorot masa depan dengan tajam dan yakin akan tujuan masing masing.
Tapi ada 1 hal yang aku lupakan bahkan sangat aku lalaikan: sosok terpenting yg memiliki andil terbesar dari cita-cita yg ingin ku raih.
Dia begitu energik ketika menyemangatiku.
Dia begitu setia ketika mendampingiku.
Dia begitu sabar ketika menghadapiku.
Dia begitu kasih ketika menyayangiku.
Dia begitu indah ketika menciumku.
Dia tidak pernah mengajariku, tidak...
Melainkan dia membimbingku...
Dia membimbingku menjadi wanita yg tangguh, pekerja keras, tidak mudah menyerah, dan yang sangat kuingat adalah dia membimbingku agar lebih dewasa & berpikir kritis.
Dia adalah segalanya bagiku.
Dia bisa menjadi teman.
Dia bisa menjadi guru.
Dia bisa menjadi rival.
Dia bisa menjadi orang tua.
Dia bisa menjadi sahabat.
Begitu bodohnya aku menyianyiakan dia, mengabaikan dia, menghiraukan dia, bahkan mengacuhkan dia. Tak pernah sedikitpun ku memberikan perhatianku padanya.
Hingga akhirnya dia pergi jauh dan tidak akan pernah kembali.
Dia adalah seorang wanita yang luar biasa, mengandungku 9 bulan, menyusuiku ditengah malam, merawatku ketika jatuh sakit. Menuntunku ketika ku terjatuh.
Bagiku arti cinta adalah memberikan kasih & sayang tanpa meminta balasan.
Bismillahirrahmanirrahim Allahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shaghiraa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar